Membeningkan Gagasan Dan Meluaskan Pemikiran Dengan Metafora 


Apa yang anda tangkap dari, “Dunia adalah panggung sandiwara”? Pernyataan populer ini merupakan contoh metafora, yang lazim dikenal sebagai majas, atau bahasa figuratif (kiasan). Dalam “Dunia adalah panggung sandiwara”, makna konsep ‘dunia’ menjadi lebih ‘bening’ (jelas) bagi pembaca karena kepadanya ditransfer fitur “panggung sebagai tempat mementaskan sandiwara”. Saking efektifntya peran metafora membantu pembaca atau pendengar memahami sebuah konsep asing, majas ini diterima sarana linguistik yang sangat kuat. Esai ini memaparkan kekuatan metafora sebagai sarana linguistik dan sarana bepikir. Untuk memberikan landasan pembahasan sehingga paparan lebih mudah dipahami, pada bagian awal disajikan hakikat metafora. Setelah itu, dihadirkan metafora “Winter is coming” sebagai sebuah contoh kekuatan metafora. Pembahasan kemudian berfokus pada esensi metafora sebagai sarana bahasa dan sarana berpikir.

Secara etimologis, terminologi metafora dibentuk melalui perpaduan dua kata Yunani—“meta” (diatas) dan “pherein” (mengalihkan/memindahkan). Dengan demikian, metafora adalah pengalihan citra, makna, atau kualitas sebuah ungkapan kepada suatu ungkapan lain. Pengalihan itu dilakukan dengan cara merujuk suatu konsep kepada suatu konsep lain untuk mengisyaratkan kesamaan, analogi atau hubungan kedua konsep tersebut. Metafora “Dunia adalah panggung sandiwara” mengindikasikan bahwa meskipun ‘dunia’ dan ‘panggung’, merupakan dua konsep yang tidak berhubungan, keduanya adalah analog. Dalam metafora ini, makna “panggung” yang sudah dipahami (konkrit) dipindahkan kepada “dunia” yang masih asing (abstrak) agar konsep “dunia” lebih dipahami.

Salah satu bukti dari kekuatan metafora adalah “kehebohan yang timbul setelah Presiden Jokowi menggunakan metafora yang menganalogikan perseturuan antar negara di dunia dengan Serial Game of Thrones dalam pidatonya di sidang paripurna Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG) 2018 di Bali. Game of Thronesmengungkapkan pertarungan antara kubu Houses melawan kubu Families untuk mengambil alih kendali The Iron Throne. Tatkala para kedua kubu sibuk bertarung, mereka tidak menyadari ancaman besar yang datang dari utara, yakni Evil Winter, yang berniat menghancurkan dengan es. Dalam orasi ilmiahnya pada Dies Natalis ke-65 Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018, Presiden Jokowi menjelaskan … (untuk melanjutkan membaca, silahkan klik di sini). …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s