Esensi Kemahiran Menulis


Esensi Kemahiran Menulis

Parlindungan Pardede

 Universitas Kristen Indonesia

Menulis, yang dimaknai sebagai kegiatan menyampaikan pesan (gagasan, perasaan, pengalaman, atau informasi) secara tertulis kepada pihak lain, merupakan keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu. Keterampilan ini diperlukan tidak hanya dalam dunia pendidikan tetapi juga dalam pekerjaan dan kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, kemahiran menulis merupakan salah satu prasyarat untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, mengembangkan diri dan karir, dan berpartisipasi dalam pembangunan peradaban.  

Tulisan ini membahas pentingnya kemahiran menulis dalam pembelajaran, dunia kerja, maupun dalam pembangunan peradaban. Dengan menyadari esensi tersebut, pembaca diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan kemahiran menulisnya.

Dalam konteks pembelajaran, esensi kemahiran menulis terlihat dari pentingnya kegiatan mencatat, meringkas, atau membuat laporan. Sebuah pembelajaran memang dapat dan perlu dilakukan melalui diskusi secara lisan, namun setiap hal yang dipelajari hanya secara oral cenderung bersifat dangkal dan mudah dilupakan. Oleh karena itu, pembelajaran yang berhasil selalu dibantu oleh kegiatan menulis. Menulis memperkuat ide dan pikiran. Dengan menulis, individu terbantu  memahami, merekam, mengorganisasikan, merefleksi konsep-konsep yang baru dipelajari dan mensisntesiskannya dengan konsep-konsep yang sebelumnya sudah dimiliki dalam benak. Aktivitas memahami, merekam, mengorganisasikan, merefleksikan, dan mensintesisikan inilah inti utama setiap pembelajaran; dan menulis merupakan kegiatan yang paling efektif untu memfasilitasi kelima aktivitas tersebut .

Di era global saat ini, semua organisasi menggunakan tulisan sebagai media komunikasi formal. Pembuatan proposal, MoU, rekaman transaksi, presentasi, memo, notulen rapat, dan berbagai dokumen lainnya dibuat dalam bentuk tulisan. Pengunaan e-mail dan website sebagai media komunikasi membuat kebutuhan keterampilan menulis dalam dunia pekerjaan semakin meningkat. Menulis tidak hanya dibutuhkan oleh wartawan, penulis, atau guru, tetapi hampir semua jenis profesi. Individu yang tidak mahir berkomunikasi tidak akan dapat melayani pelanggan, bekerjasama dengan bawahan, rekan atau pimpinan dengan efektif. Pendidikan dan rekomendasi dari individu-individu terpercaya (credible) adalah unsur-unsur pokok pembangun kredibilitas profesionalisme seseorang. Namun, semua unsur tersebut tidak akan membantu banyak dalam pengembangan karir seseorang jika dia tidak mampu menulis dengan baik. Pentingnya keterampilan menulis ditegaskan oleh Hogan (2005) dengan mengatakan bahwa setiap professional dinilai berdasarkan kemampuan menulisnya. Seseorang yang tidak mahir menulis dipandang kurang cerdas, kurang berpendidikan dan kurang kompeten. Sebaliknya, yang mahir berkomunikasi dipandang cerdas, berpendidikan dan kompeten. Career Development Services of Salford University mendukung hal ini dengan menegaskan bahwa kemampuan komunikasi tertulis dan interpersonal sangat penting untuk sukses. Kemahiran menulis secara efektif merupakan kunci dalam proses melamar posisi yang mempersyaratkan kualifikasi pendidikan tinggi.

Hubungan antara kemampuan menulis dengan pengembangan diri dapat dilihat dari sejarah yang memperlihatkan bahwa menulis adalah tradisi kalangan terpelajar, pemikir, maupun pemimpin besar dunia. Selain sebagai pemimpin besar, Raja Alfred dari Inggris juga dikenang sebagai penulis jempolan. Dia bahkan ikut menulis buku sejarah Inggris kuno, The Anglo-Saxon Chronicle. George Washington, presiden Amerika pertama, selain terkenal sebagai seorang jenderal besar juga seorang penulis. Dale Carnegie, milyarder Amerika, saat ini jauh lebih terkenal karena berbagai buku tulisannya daripada sebagai pengusaha. Jabatan dan kepemimpinan boleh singkat, tapi gagasan dan pemikiran maupun nama mereka tetap dikenang bahkan ratusan tahun melalui buku-buku mereka yang monumental.

Esensi kemahiran menulis dalam pembangunan peradaban dapat dilihat dari kenyataan bahwa tulisan adalah unsur utama pembentuk peradaban. Pewarisan ide dan pemikiran yang kompleks dari generasi ke generasi untuk kemudian dikembangkan oleh generasi berikut hanya dapat dilakukan secara efektif melalui tulisan. Tidaklah berlebihan bila pemikir-pemikir besar seperti Carlyle, Kant, dan Mirabeau sangat yakin bahwa penemuan tulisan benar-benar merupakan pembentuk awal peradaban. Gelb (1969: 221-222), sejarawan Amerika yang memelopori penelitian sistem tulisan, menyimpulkan bahwa jika bahasa membedakan manusia dari binatang, maka tulisan membedakan manusia beradab dari manusia biadab. Tulisan hanya terdapat dalam peradaban, dan peradaban tidak akan ada tanpa tulisan.

Pentingnya kemahiran menulis dalam pembangunan peradaban dibuktikan oleh sejarah yang mengungkapkan bahwa kemajuan sebuah negara berhubungan erat dengan aktivitas membaca maupun menulis masyarakatnya. Bahkan, kedua kegiatan ini merupakan indikator kemajuan peradaban sebuah bangsa. Dengan kata lain, semakin maju peradaban sebuah bangsa semakin banyak karya tulis yang dihasilkan dan dibaca. Worldometers (berdasarkan data UNESCO) dan Nielsen Book Services Ltd. memaparkan Amerika Serikat berada pada peringkat 1 dari segi jumlah judul buku yang dipublikasikan, (328.259 judul pada tahun 2010). Cina berada di peringkat 3 dengan jumlah judul buku 189.295. Indonesia, yang pada tahun 2009 menerbitkan  24.000 judul buku berada pada peringkat 19. Sedangkan Singapura, dengan jumlah penduduk 5,3 juta jiwa, menerbitkan 12.156 buku pada tahun 2007, berada pada peringkat ke-34. Dari sisi tulisan ilmiah, kondisi tersebut tidak jauh berbeda.  Berdasarkan data SCimago (2013), Amerika Serikat berada di peringkat pertama, dengan 5.285.514 publikasi, yang disusul oleh Cina pada peringkat kedua, dengan 2.248.278 publikasi. Indonesia berada di ranking 42 dengan jumlah 12.871 publikasi. Posisi Indonesia di bawah Singapura (ranking 32, dengan 126.881 publikasi) maupun Malaysia (ranking 42, dengan 75.530 publikasi). Bahkan, Singapura yang negerinya kecil saja ada di posisi 32 dengan 108.522 publikasi.

Paparan di atas memperlihatkan betapa pentingnya penguasaan kemahiran menulis. Dan sebagai sebuah kemahiran, menulis hanya dapat dikuasai melalui proses belajar dan berlatih, bukan secara alamiah, apalagi diwarisi dari orang-tua. Jadi, setiap orang dapat menguasainya. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk mempelajari dan berlatih untuk menguasai ketiga komponen berikut. Satu, penguasaan bahasa tulis, yang digunakan sebagai media tulisan. Komponen ini mencakup, antara lain, kosa-kata, struktur kalimat, alinea, ejaan, dan gaya bahasa. Dua, penguasaan isi karangan sesuai dengan topik yang akan ditulis. Tiga, penguasaan tentang jenis-jenis tulisan, yaitu bagaimana merangkai isi tulisan hingga membentuk sebuah komposisi yang diinginkan, yakni: non-fiksi (artikel, karya ilmiah populer, esei, makalah) atau fiksi (novel, cerita pendek, puisi).

 

Referensi

Career Development Services of Salford University. “Key Employability Skill: Written/Interpersonal Communication.”  Diakses 15 Mei 2013 dari: http://www.careers.salford.ac.uk/page/communication

Gelb, Ignace Jay. 1969. A Study of Writing. Chicago: University of Chicago Press.

Hogan, R. C. (2005). Explicit Business Writing: Best Practices for the Twenty-First Century. Bloomington: The Business Writing Center

Nielsen Book Services Ltd. (2011). Nielsen Book releases 2010 Book Production Figures. Diakses 19 Mei 2013 dari:www.nielsen.com

SCImago. (2013). SJR-Scimago Journal & Country Rank. Diakses 16 Mei 2013 dari:   http://www.scimagojr.com

Worldometers. (2013). Books Published in the World. Diakses 16 Mei 2013 dari:   http://www.worldometers.info/books/

 Jakarta, 16 Mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s