Presentasi yang Efektif


Presentasi yang Efektif

Parlindungan Pardede

Universitas Kristen Indonesia


Pendahuluan

Berdasarkan pengalaman pribadi, baik sebagai peserta atau penyaji dalam forum ilmiah maupun sebagai pengamat ketika meminta mahasiswa melakukan presentasi, penulis menyadari bahwa presentasi yang memuaskan hadirin menuntut berbagai hal. Walaupun sebagian orang dapat melakukan presentasi yang baik dengan mudah, bagi kebanyakan orang hal itu terlihat sangat sulit. Jangankan mahasiswa yang masih dalam proses berlatih, tidak sedikit orang yang memiliki jam terbang tinggi sebagai guru, dosen, eksekutif maupun yang pengurusi organisasi tidak berhasil melakukan presentasi yang memuaskan.

Makalah ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pembaca dalam melaksanakan presentasi akademik (ilmiah). Pembahasan diawali dengan paparan singkat tentang hakikat presentasi dan tipenya. Setelah itu, pembahasan berpindah pada pengertian dan tujuan presentasi ilmiah. Pembahasan kemudian difokuskan pada faktor-faktor presentasi yang efektif untuk tujuan akademik. Sesuai dengan tujuannya–meningkatkan keterampilan presentasi, makalah ini lebih banyak menyoroti aspek-aspek praktis daripada teoritis.

Pengertian Presentasi

YourDictionary mendefinisikan presentasi sebagai “the act of formally giving something to someone or of formally demonstrating or showing something”. Wikipedia menyatakan “Presentation is the practice of showing and explaining the content of a topic to an audience or learner.” Kedua definisi ini mengungkapkan bahwa presentasi pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan atau tindak komunikasi formal di hadapan banyak hadirin. (public speaking) yang diarahkan untuk menyampaiakan atau menunjukkan sesuatu.

Definisi yang sepintas terlihat berbeda diutarakan oleh Kaul (2005, h. 22). Dia menyatakan, “Presentations are ideas, concepts or issues that are talked about or shared with a group of people or an audience. It is immaterial whether the group size is small or large.” Definisi sebenarnya tidak berbeda dengan beberapa definisi sebelumnya. Definisi Kaul ini lebih mementingkan presentasi dari sisi substansi, bukan presentasi sebagai aktivitas. Dengan demikian, definisi Kaul ini justru melengkapi definisi sebelumnya.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, terlihat bahwa presentasi pada hakikatnya merupakan sebuah tindak komunikasi bentuk public speaking. Namun, berbeda  dengan pidato (salah satu bentuk lain public speaking) yang lebih sering dilakukan dalam acara-acara  seremonial, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara acara akademis, bisnis, wawancara, atau hiburan. Kemudian, jika pidato cenderung hanya mengandalkan bahasa oral (dengan atau tanpa naskah) dan bahasa tubuh (body language), presentasi dilakukan dengan bahasa oral, bahasa tubuh, dan media visual atau audiovisual. Selain itu, dalam pidato berlangsung komunikasi satu arah, sedangkan dalam presentasi komunikasi bersifat interaktif (dua arah).

Dilihat dari tujuannya, presentasi dibedakan menjadi tiga. Pertama, presentasi untuk menyampaikan atau memaparkan informasi (to inform), yang dilakukan di seminar, perkuliahan, atau pelaporan kegiatan tertentu. Kedua,  presentasi untuk mempengaruhi atau membujuk (to persuade); lazim dilakukan di dunia bisnis, oleh wiraniaga, maupun di dunia politik. Ketiga, presentasi untuk menjamu dan menghibur (to entertain). Aktivitas seperti ini dilakukan di dunia entertainment. Pembagian ini pada hakikatnya bersifat sangat teoritis. Dalam tataran praktik, tidak ada presentasi yang benar-benar hanya memaparkan informasi atau hanya mempengaruhi atau menghibur saja. Agar menarik, sebuah presentasi ilmiah, misalnya, selalu mengikutsertakan unsur-unsur yang menghibur atau mempengaruhi.

Forum Ilmiah (Akademis)

Kata akademik berasal dari bahasa Yunani yakni academos yang berarti sebuah taman umum (plasa) di sebelah barat laut kota Athena. Nama Academos adalah nama seorang pahlawan yang terbunuh pada saat perang legendaris Troya. Pada plasa inilah filosof Socrates berpidato dan membuka arena perdebatan tentang berbagai hal. Tempat ini juga menjadi tempat Plato melakukan dialog dan  mengajarkan pikiran-pikiran filosofisnya kepada orangorang yang datang. Sesudah itu, kata academos berubah menjadi akademik, yaitu semacam tempat perguruan. Para pengikut perguruan tersebut disebut akademisi, sedangkan perguruan semacam itu disebut akademi.Berdasarkan hal ini, inti dari pengertian akademik adalah forum yang digunakan untuk menyampaikan dan menerima gagasan, pemikiran, ilmu pengetahuan, dan sekaligus dapat mengujinya secara jujur, terbuka, dan leluasa.

Untuk membaca/mengunduh bagian selanjutnya, klikPresentasi yang Efektif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s